TUGAS 4 SISTEM OPERASI
TUGAS 4 FILE SYSTEM
1.
Jelaskan
bagaimana pengimplementasian dari sebuah direktori dalam
disk?
Jawab:
Sistem
direktori berfungsi memetakan nama simbolik file (nama file dan nama jalurnya)
menjadi informasi untuk menemukan blok-blok file yang menggunakan daftar nama
file Linier List dengan pointer ke blok data dan Hash Table. Berikut pengimplementasian dari sebuah direktori dalam disk,
yaitu:
a) Linier
List
Pemilihan
algoritma untuk pencarian sebuah direktori merupakan salah satu penentu tingkat
efisiensi dan performance suatu sistem berkas. Salah satu algoritma itu adalah
implementasi direktori linier list. Algoritma ini merupakan algoritma yang
paling sederhana dalam pembuatan program yang mengimplementasikan linier list
dari nama-nama berkas yang memiliki pointer ke blok-blok data. Namun, algoritma
ini tidak efisien apabila digunakan pada suatu direktori yang memiliki jumlah
berkas yang sangat banyak karena proses eksekusi berkas membutuhkan waktu yang
lama. Misalnya, untuk membuat berkas, kita harus memastikan bahwa dalam
direktori tidak ada berkas yang mempunyai nama yang sama. Kemudian, berkas yang
baru tersebut ditambahkan pada akhir direktori tersebut. Untuk menghapus sebuah
berkas, kita mencari terlebih dahulu nama berkas yang hendak dihapus dalam
direktori, kemudian membebaskan space yang dialokasikan pada berkas tersebut.
Apabila kita menginginkan untuk menggunakan kembali entry berkas tersebut, ada
beberapa alternatif yang bisa kita gunakan, yaitu:
ü Pertama,
kita bisa menandai berkas tersebut misalnya melalui pemberian nama berkas yang
khusus pada berkas tersebut.
ü Kedua,
kita bisa menempatkan berkas tersebut pada sebuah list of free directory
entries.
ü Ketiga
adalah dengan menyalin entry terakhir dalam direktori ke suatu freed location.
Salah
satu kerugian yang ditimbulkan dalam penggunaan algoritma ini adalah pencarian
berkas dilakukan secara linier search. Oleh karena itu, banyak sistem operasi yang
mengimplementasikan sebuah software cache yang menyimpan informasi tentang
direktori yang paling sering digunakan, sehingga pengaksesan ke disk bisa
dikurangi. Berkas-berkas yang terurut dapat mengurangi rata-rata waktu
pencarian karena dilakukan secara binary search. Namun, untuk menjaga agar
berkas-berkas selalu dalam keadaan terurut, pembuatan maupun penghapusan berkas
akan lebih rumit. Struktur data tree seperti B-tree bisa digunakan untuk
mengatasi masalah ini.
b) Hash
Table
Pada
implementasi ini, linier list tetap digunakan untuk menyimpan direktori, hanya
saja ada tambahan berupa struktur data hash. Prosesnya yaitu hash table
mengambil nilai yang dihitung dari nama berkas dan mengembalikan sebuah pointer
ke nama berkas yang ada di linier list. Oleh karena itu, waktu pencarian berkas
bisa dikurangi. Akan tetapi, ada suatu keadaan yang menyebabkan terjadinya
peristiwa collisions, yaitu suatu kondisi di mana terdapat dua berkas yang
memiliki nilai hash yang sama, sehingga menempati lokasi yang sama. Solusi yang
dipakai untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menggunakan chained-overflow
hash table, yaitu setiap hash table mempunyai linked list dari nilai individual
dan crash dapat diatasi dengan menambah tempat pada linked list tersebut. Efek
samping dari penambahan chained-overflow tersebut adalah dapat memperlambat pencarian.
Ada
beberapa kelemahan dari implementasi direktori hash, yaitu ukurannya yang tetap
dan adanya ketergantungan fungsi hash dengan ukuran hash table. Sebagai contoh,
misalnya kita membuat sebuah linear-probing hash table yang memiliki 32 entry.
Sebuah fungsi hash dibutuhkan untuk mengubah nama berkas menjadi bilangan bulat
dari 0 s.d. 31, misalnya dengan menggunakan fungsi modulo 32. Jika kita ingin
untuk menambahkan sebuah berkas yang harus diletakkan pada lokasi yang ke-33,
kita harus memperbesar ukuran dari hash table tersebut, sehingga diperlukan
sebuah fungsi hash baru untuk disesuaikan dengan ukuran hash table tersebut.
Oleh karena itu, berkas-berkas yang sebelumnya sudah ditempatkan di suatu
lokasi pada hash table yang lama harus dicari tempat yang bersesuaian dengan
menggunakan fungsi hash yang baru.
Dengan
adanya pernyataan-pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa untuk memberikan
akses yang efisien ke disk, sistem operasi mengizinkan satu atau lebih sistem
berkas yang digunakan untuk menyimpan, meletakkan, dan mengambil data dengan
mudah. Sistem berkas tersebut terdiri dari beberapa lapisan yang mana setiap
lapisan akan menyediakan fitur-fitur untuk dipergunakan pada lapisan di
atasnya. Lapisan tersebut (dari tingkat yang terbawah) antara lain device
driver, I/O control, basic file system, file-organization module, logical file
system, dan application program. Berbagai operasi yang dilakukan pada sistem
berkas, seperti membuka maupun membaca berkas, sangat membutuhkan informasi
tentang berkas yang hendak digunakan. Semua informasi tentang berkas tersebut
didapatkan pada file control block.
Dalam
pengimplementasiannya, sistem operasi harus mampu mendukung berbagai jenis
sistem berkas. Teknik yang digunakan oleh sistem operasi untuk mendukung
kemampuan ini disebut Virtual File System (VFS). Konsep dalam
mengimplementasikan VFS ini adalah konsep object oriented yaitu menggunakan
sebuah berkas yang dapat merepresentasikan seluruh tipe berkas. Berkas ini
disebut common file model. Oleh karena itu, digunakanlah tiga lapisan utama
dalam mengimplementasikan sistem berkas, diantaranya file system interface, VFS
interface, dan file system types.
Algoritma
untuk mencari berkas dalam sebuah direktori juga digunakan sebagai parameter
performance dari sebuah sistem operasi. Ada dua algoritma yang sering digunakan
dalam pengimplementasian direktori, yaitu implementasi direktori linier dan
hash. Masing-masing bentuk implementasi ini memiliki kelebihan dan kekurangan
tersendiri. Untuk implementasi linier, kelebihannya adalah sederhana dalam
pembuatan programnya dan kekurangannya adalah lamanya mengakses berkas apabila
terdapat banyak sekali berkas dalam sebuah direktori. Sedangkan pada
implementasi direktori hash, kecepatan pencarian berkas lebih cepat
dibandingkan dengan pencarian dalam direktori linier dan kekurangannya adalah
ukuran tabel yang statis, sehingga perlu dilakukan pengubahan fungsi hash
apabila ingin mengubah ukuran tabel hash.
2.
Sebutkan
keunggulan dari file system UNIX dan Window?
Jawab:
a) Macam-Macam
Keunggulan File System pada Linux
1) Ext 2 (2nd Extended)
Ext
2 merupakan tipe file system yang paling tua yang masih ada. File system ini
pertama kali dikenalkan pada tahun 1993. Ext 2 adalah file system yang paling
ampuh di linux dan menjadi dasar dari segala distribusi linux. Pada Ext 2 file
system, file data disimpan sebagai data blok. Data blok ini mempunyai panjang
yang sama dan meskipun panjangnya bervariasi di antara Ext 2 file system, besar
blok tersebut ditentukan pada saat file system dibuat dengan mk2fs. Jika besar
blok adalah 1024 bytes, maka file dengan besar 1025 bytes akan memakai 2 blok.
Ext 2 File System menyimpan data secara hirarki standar yang banyak digunakan
oleh sistem operasi. Data tersimpan di dalam file, file tersimpan di dalam direktori.
Sebuah direktori bisa mencakup file dan direktori lagi di dalamnya yang disebut
sub direktori.
Keunggulan
Ext 2FS:
ü Administrator
sistem dapat memilih ukuran blok yang optimal (dari 1024 sampai 4096 bytes),
tergantung dari panjang file rata-rata, saat membuat file sistem.
ü Administrator
dapat memilih banyak inode dalam setiap partisi saat membuat file sistem.
ü Strategi
update yang aman dapat meminimalisasi dari system crash.
ü Mendukung
pengecekan kekonsistensian otomatis saat booting.
ü Mendukung
file immutable (file yang tidak dapat dimodifikasi) dan append-only (file yang
isinya hanya dapat ditambahkan pada akhir file tersebut).
2) Ext
3 (3rd Extended)
Ext 3 merupakan
peningkatan dari Ext 2 File System.
Keunggulan
Ext 3FS:
ü Journaling
Dengan menggunakan journaling, maka waktu
recovery pada shut down yang mendadak tidak akan selama pada Ext 2.
ü Integritas
Data
Ext 3 menjamin adanya integritas data
setelah terjadi kerusakan atau unclean shut down. Ext 3 memungkinkan kita
memilih jenis dan tipe proteksi dari data.
ü Kecepatan
Daripada menulis data lebih dari sekali,
Ext 3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada Ext 2 karena Ext 3
memaksimalkan pergerakan head harddisk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode
untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin.
ü Mudah
Dilakukan Migrasi
Kita dapat melakukan migrasi atau konversi dari Ext 2 ke Ext 3 tanpa harus melakukan format ulang pada harddisk.
3) Ext
4 (4th Extended)
Ext
4 dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28. Jadi, apabila
distro yang secara default memiliki kernel tersebut atau di atasnya secara
otomatis system sudah support Ext 4. Apabila masih menggunakan Ext 3, dapat
dilakukan konversi ke ext 4 dengan beberapa langkah yang tidak terlalu rumit.
Keunggulan Ext 4FS:
ü Mempunyai
pengalamatan 48-bit blok yang artinya dia akan mempunyai 1 EiB = 1.048.576 TB
ukuran maksimum file system dengan ukuran 16 TB untuk maksimum file sizenya,
fast fsck, journal checksumming, defragmentation support.
b) Macam-Macam
Keunggulan File System pada Windows
1) FAT
(File Allocation Table)
FAT
File System merupakan sebuah File System yang menggunakan struktur tabel
alokasi berkas sebagai cara dirinya beroperasi. Ada beberapa versi FAT yang ada
hingga saat ini, di antaranya:
v FAT12
FAT12 merupakan sistem berkas yang
menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 12-bit. File System ini hanya
dapat menampung maksimum hanya 212 unit alokasi saja atau sebanyak 4096 buah.
FAT12 pertama kali digunakan pada Sistem Operasi MS-DOS. Karena kapasitasnya
sedikit yakni hanya 32 MB, maka FAT12 hanya digunakan sebagai file system pada
media penyimpanan floppy disk.
v FAT16
FAT16 merupakan sistem berkas yang
menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 16-bit. File System ini
dapat menampung maksimum 216 unit alokasi atau sebanyak 65536. Kapasitas File
System ini sebanyak 4 GB, jauh melebihi versi sebelumnya yang hanya 32 MB.
Ukuran unit alokasi yang digunakan FAT16 tergantung kapasitas partisi harddisk
yang akan diformat. Jika kapasitasnya kurang dari 16 MB, maka yang akan
digunakan adalah FAT12. Jika melebihi 16 MB maka yang digunakan adalah FAT16.FAT16
pertama kali digunakan pada Sistem Operasi MS-DOS pada tahun 1981. Keuntungan
menggunakan FAT16 adalah kompatibel hampir di semua sistem operasi, baik
Windows 95/98/ME, OS/2, Linux bahkan Unix. Namun, ada juga kekurangan dari FAT
versi ini yakni mempunyai kapasitas tetap dalam jumlah cluster dalam partisi,
jadi semakin besar harddisk, semakin besar pula ukuran cluster. Selain itu,
FAT16 tidak mendukung kompresi, enkripsi, dan control akses dalam partisi.
v FAT32
FAT32 merupakan sistem berkas yang
menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 32-bit. File System ini
dapat menampung maksimum 232 unit alokasi atau sebanyak 4294967296. Meskipun
demikian, dalam implementasinya, jumlah unit alokasi yang dapat dialamati oleh
FAT32 hanya 228 atau 268435456 buah. FAT32 pertama kali dikenalkan pada Sistem
Operasi Windows 95 OSR2. Pada Sistem Operasi Windows NT 5.x ke atas, hanya
mengizinkan pembuatan partisi FAT32 hingga 32 GB. Jika partisinya melebihi 32
GB, maka yang akan digunakan adalah File System NTFS. Keunggulan FAT32 adalah
kemampuan menampung jumlah cluster yang lebih besar dalam partisi. Namun,
kelemahan menggunakan File System ini adalah terbatasnya Sistem Operasi yang
bisa mengenal FAT32.
v exFAT
exFAT singkatan dari Extended File
Allocation Table atau sering disebut sebagai FAT64. exFAT merupakan sistem
berkas proprietary yang cocok untuk digunakan oleh media-media penyimpanan
berbasis memori flash. File System ini pertama kali dibuat oleh Microsoft untuk
perangkat-perangkat benam di dalam Windows Embedded CE 6.0 dan Windows Vista
Service Pack 1.
Keunggulan exFAT:
ü Skalabilitas
untuk HDD berukuran besar.
ü Ukuran
besar teoritis maksimal 264 (16 EiB).
ü Ukuran
cluster yang didukung hingga 2255 sektor, dengan batasan implementasi hingga 32
MB.
ü Performa
untuk alokasi ruangan kosong dan penghapusan ditingkatkan karena File System
ini memperkenalkan implementasi baru, yaitu Free Space Bitmap.
ü Mendukung
lebih dari 216 (65536) berkas di dalam sebuah direktori tunggal.
ü Mendukung
fitur Access Control List (ACL), seperti halnya NTFS.
ü Mendukung
Transaction-Safe FAT File System (sebuah fungsi optional untuk Windows CE yang
diaktifkan)
ü Memiliki
ruangan tersendiri yang bisa digunakan oleh OEM untuk melakukan kustomisasi
terhadap sistem berkas untuk karakteristik perangkat tertentu.
ü Timestamp
dapat ditampilkan dalam UTC, tidak hanya dalam local time saja.
2) NTFS
(New Technology File System)
NTFS
merupakan File System yang memiliki sebuah desain sederhana namun memiliki
kemampuan yang lebih baik dibandingkan FAT File System. NTFS pertama kali
dikenalkan Microsoft pada Sistem Operasi Windows NT dan mendukung Sistem
Operasi yang terbaru yaitu Windows 7. Sejak pertama kali dibuat hingga
sekarang, NTFS telah mengalami perkembangan. Beberapa versi NTFS antara lain:
v NTFS
versi 1.0
NTFS ini datang bersama dengan Windows NT
3.1. Versi ini menawarkan fungsi yang sangat dasar, tetapi sudah jauh lebih
baik dibandingkan FAT File System.
v NTFS
versi 1.1
NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 3.50. Versi ini menambahkan dukungan terhadap pengaturan akses secara diskrit (discretionary access control).
v NTFS
versi 1.2
NTFS ini datang bersama dengan Windows NT
4.0. Versi ini menambahkan dukungan terhadap auditing setiap berkas dan juga
kompresi transparan.
v NTFS
versi 2.0
NTFS ini tidak dirilis secara umum, karena
berbagai kendala yang dialaminya, yang tidak diumumkan oleh Microsoft.
Microsoft menggagalkan proyek NTFS 2.0 dan langsung menginjak NTFS 3.0
v NTFS
versi 3.0
NTFS ini datang bersama dengan Windows
2000. Versi ini menawarkan banyak peningkatan dibandingkan dengan versi
sebelumnya. Di antaranya adalah penetapan kuota kepada setiap pengguna,
Encrypting File System (EFS), sistem keamanan yang dapat diatur dari server
pusat, fitur indeksasi terhadap properti dan isi setiap berkas, dan lain-lain.
Selain itu, NTFS 3.0 juga menawarkan dukungan kepada struktur GUID Partition
Table dan Logical Disk Management.
v NTFS
versi 3.1
NTFS ini datang bersama dengan Windows XP SP1 dan Windows Server 2003. Versi ini menawarkan perbaikan yang minor yang terjadi dalam versi sebelumnya (khususnya di bidang performa), dan juga penggantian algoritma enkripsi yang digunakan oleh EFS dari DESX atau 3DES menjadi AES-256.
Keunggulan NTFS:
ü NTFS
dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna
ü Mendukung
sistem berkas terenkripsi secara transparan dengan menggunakan beberapa jenis
algoritma enkripsi yang umum digunakan.
ü Mendukung
kompresi data yang transparan, meskipun tidak memiliki rasio yang besar, namun
dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan harddisk.
ü Mendukung
hard link serta symbolic link seperti halnya sistem berkas dalam sistem operasi
keluarga UNIX, meskipun dalam NTFS implementasinya lebih sederhana.
ü Mendukung
penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit UCS2) hingga 255
karakter.
ü Memiliki
fitur untuk menampung lebih dari satu buah ruangan data dalam sebuah berkas.
REFERENSI:
https://terminaltechno.blog.uns.ac.id/2009/12/13/implementasi-sistem-file/
https://id.wikipedia.org/wiki/FAT
https://id.wikipedia.org/wiki/NTFS
https://dhanz3rd.wordpress.com/2010/12/14/file-system-di-windows-dan-linux/
Terima kasih telah mengunjungi blog saya, semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar